Info Pondok
Friday, 27 Jan 2023
  • Pondok pesantren ibnu abbas sragen yang beralamatkan di Beku Kliwonan Masaran Sragen Jawa Tengah

Macam-macam Ubudiyah (Penghambaan)

Diterbitkan : - Kategori : Tak Berkategori

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’

JILID 1 TENTANG AQIDAH

Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

أنواع العبودية

السؤال السادس من الفتوى رقم (4150):

س 6: ما هي العبودية الحقيقية؟ أهي جعل المرء غيره عبدا ولو كان على غير طريقة الإسلام؟

جـ 6: العبودية أنواع:

1- عبودية حقيقية عامة لجميع الخلق في كل زمان, وهذه ليست لأحد إلا لله وحده, كما في قوله تعالى: إن كل من في السماوات والأرض إلا آتي الرحمن عبدا لقد أحصاهم وعدهم عدا وكلهم آيته يوم القيامة فردا وكما في الحديث القدسي الذي رواه مسلم عن أبي ذر الغفاري رضي الله عنه, عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: قال الله تعالى: يا عبادي إني حرمت الظلم على نفسي وجعلته بينكم محرما فلا تظالموا الحديث. وكما في الحديث النبوي في الدعاء المشهور: اللهم إني عبدك ابن عبدك ابن أمتك ناصيتي بيدك, ماض في حكمك, عدل في قضاؤك, أسألك بكل اسم هو لك سميت به نفسك أو أنزلته في كتابك أو علمته أحدا من خلقك أو استأثرت به في علم الغيب عندك أن تجعل القرآن العظيم ربيع قلبي ونور صدري وجلاء حزني وذهاب همي فهذه عبودية كونية قدرية حقيقية عامة, مقتضاها تصرف الله في خلقه كيف يشاء وانقيادهم له طوعا وكرها لا معقب لحكمه،وهو اللطيف الخبير لا شريك له في شيء من ذلك.

2- عبودية تشريف وتكريم لأصفيائه وأوليائه من أنبيائه وملائكته وسائر الصالحين من عباده, كما في قوله تعالى: سبحان الذي أسرى بعبده ليلا من المسجد الحرام إلى المسجد الأقصى الذي باركنا حوله الآيات، وقوله تعالى في الملائكة: بل عباد مكرمون الآيات، وقوله تعالى في عموم الصالحين: وعباد الرحمن الذين يمشون على الأرض هونا وإذا خاطبهم الجاهلون قالوا سلاما إلى الآية الأخيرة من سورة الفرقان. وهذه عبودية حقيقية خاصة اختص الله تعالى بها الصالحين الأخيار من عباده؛ تشريفا لهم وتكريما.

3- عبودية بين مخلوق ومخلوق وهذه عبودية خاصة محدودة مؤقتة, وهي إما شرعية إن كانت عن حرب إسلامية للكفار, خولها الله للغانمين ولمن اشترى منهم وجعل لها حقوقا, وإما غير شرعية وهي التي تكون عن سرقة أحرار أو التسلط عليهم ظلما وعدوانا, أو تكون بشراء من هؤلاء؛ لقول النبي صلى الله عليه وسلم: يقول الله تعالى: ثلاثة أنا خصمهم يوم القيامة: رجل أعطى بي ثم غدر, ورجل باع حرا فأكل ثمنه, ورجل استأجر أجيرا فاستوفى منه ولم يعطه أجره متفق عليه

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضوعضونائب رئيس اللجنةالرئيس
عبد الله بن قعودعبد الله بن غديانعبد الرزاق عفيفيعبد العزيز بن عبد الله بن باز


Macam-macam Ubudiyah (Penghambaan)

Pertanyaan keenam dari fatwa nomor 4150:

Pertanyaan: Apakah hakikat ubudiyah (penghambaan)? Apakah penghambaan itu seseorang menjadikan selainnya sebagai hamba/budak meskipun tidak berdasarkan cara Islam?

Jawab: Penghambaan bermacam-macam:

  1. Penghambaan yang hakiki secara umum (berlaku) bagi seluruh makhluk di setiap tempat, penghambaan ini khusus milik Allah saja, sebagaimana dalam firman-Nya ta’ala: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sungguh Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. Dan tiap-tiap mereka datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.” Demikian juga dalam hadits qudsi yang diriwayatkan Muslim dari Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bahwanya beliau bersabda: “Allah ta’ala berfirman: “Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kedhaliman atas diriKu dan Aku jadikan kedhaliman itu haram diantara kalian maka janganlah saling mendhalimi.” Al-Hadits. Sebagaimana juga dalam hadits Nabi pada do’a yang terkenal: “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu yang laki-laki dan anak hamba-Mu yang perempuan, ubun-ubunku di tangan-Mu, ketetapan-Mu berlaku padaku, Qadha-Mu adil terhadapku, aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama-Mu yang Engkau menamakan diri-Mu dengannya atau nama yang engkau menurunkannya pada kitab-mu atau nama yang Engkau ajarkan kepada salah seorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau simpan dalam ilmu ghaib-Mu agar Engkau menjadikan Al-Qur’an yang agung sebagai penyejuk/penentram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.” Inilah ibadah kauniyah qadariyah yang hakiki dan berlaku umum. Konsekuensinya yaitu pengaturan Allah terhadap makhluk-Nya sesuai kehendak-Nya dan ketaatan makhluk terhadap-Nya baik dengan senang hati maupun terpaksa tidak ada yang bisa menolak ketetapan-Nya, Dialah Yang Maha Lembut lagi Maha Mengetahui tidak ada sedikitpun sekutu bagi-Nya dalam perkara itu.     
  2. Penghambaan sebagai pemuliaan dan penghormatan untuk orang-orang suci dan wali-wali-Nya dari para Nabi-Nya, para malaikat-Nya, dan seluruh orang-orang shalih dari hamba-hamba-Nya, sebagaimana firman-Nya ta’ala: “Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya.” Al-Ayat. Dan firman-Nya ta’ala tentang malaikat: “Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan.” Al-Ayat. Dan firman-Nya tentang orang-orang shalih secara umum: “Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” Sampai akhir surat Al-Furqan. Ini adalah ibadah hakiki khusus yang Allah mengkhususkan dengannya orang-orang shalih yang terpilih dari hamba-hamba-Nya sebagai pemuliaan dan penghormatan untuk mereka.  
  3. Penghambaan (perbudakan) antara makhluk, inilah penghambaan khusus terbatas waktunya. Ibadah ini kemungkinan sesuai syar’i jika penghambaan (perbudakan) disebabkan kemenangan perang Islam atas orang-orang kafir, Allah menganugerahkannya untuk yang menang perang dan untuk yang membeli dari mereka sebagai budak. Atau penghambaan tidak syar’i yaitu seperti berasal dari hasil mencuri orang yang merdeka atau menguasai mereka secara dhalim dan permusuhan, atau didapat dari membeli dari mereka, berdasarkan sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam: “Allah berfirman: “Tiga golongan yang Aku menjadi musuh bagi mereka pada hari kiamat: seseorang yang bersumpah atas namaKu kemudian berkhianat, orang yang menjual orang yang merdeka kemudian memakan uang hasil penjualannya, orang yang memperkerjakan seseorang kemudian pekerja tersebut menyelesaikan pekerjaannya namun orang tadi tidak membayarnya. Muttafaqun ‘alaih.     

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

anggota                                                                          anggota

Abdullah bin Ghudayan                                                  Abdullah bin Qu’ud

Ketua                                                                             Wakil ketua 

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz                                    Abdurrazaq ‘Afifi

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.