Info Pondok
Thursday, 18 Apr 2024
  • Pondok pesantren ibnu abbas sragen yang beralamatkan di Beku Kliwonan Masaran Sragen Jawa Tengah

Hukum Menyembelih Hewan atas Nama Allah untuk Diberikan Dagingnya Kepada Tamu atau Kerabat

Diterbitkan : - Kategori : Tak Berkategori

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’

JILID 1 TENTANG AQIDAH

Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

الذبح على اسم الله تعالى لإطعام الضيف أو القريب

السؤال الثامن من الفتوى رقم (9228):

س 8: الذبح لغير الله حرام وشرك، ما حكم الشريعة في الذبح للضيوف أو للقريب أرجو الإفادة؟

ج 8: الذبح للتقرب للمذبوح له لجلب نفع أو دفع ضر شرك، وقد لعن النبي صلى الله عليه وسلم من ذبح لغير الله.

وأما الذبح على اسم الله تعالى لإطعام الضيف أو القريب فلا حرج في ذلك.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضونائب رئيس اللجنةالرئيس
عبد الله بن غديانعبد الرزاق عفيفيعبد العزيز بن عبد الله بن باز


Hukum Menyembelih Hewan atas Nama Allah untuk Diberikan Dagingnya Kepada Tamu atau Kerabat          

Pertanyaan kedelapan dari fatwa nomor 9228.

Pertanyaan: menyembelih hewan untuk selain Allah terlarang (haram) dan merupakan perbuatan syirik. lalu apa hukum syariat Islam tentang menyembelih hewan untuk diberikan kepada tamu atau kerabat? Mohon penjelasan.

Jawab: menyembelih hewan untuk mendekatkan diri kepada selain Allah agar mendatangkan manfaat atau menolak mudharat merupakan perbuatan syirik. sungguh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah.

Adapun menyembelih hewan dengan menyebut nama Allah ta’ala untuk diberikan dagingnya kepada tamu atau kerabat maka tidak apa-apa.

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

Ketua              : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz                                                                            

Wakil ketua     : Abdurrazaq ‘Afifi

Anggota          : Abdullah bin Ghudayan

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.