Info Pondok
Saturday, 24 Feb 2024
  • Pondok pesantren ibnu abbas sragen yang beralamatkan di Beku Kliwonan Masaran Sragen Jawa Tengah

Istighatsah Kepada Orang-orang yang Sudah Meninggal Dari Kalangan Para Nabi dan Selain Mereka Termasuk Syirik Besar

Diterbitkan : - Kategori : Tak Berkategori

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’

JILID 1 TENTANG AQIDAH

Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

الاستغاثة بالأموات من الأنبياء وغيرهم من الشرك الأكبر

السؤال الخامس من الفتوى رقم (5553):

س 5: الاستغاثة بالأنبياء والأولياء والصالحين في حياتهم وبعد مماتهم في كشف السوء وجلب الخير والتوسل بهم أيضا في الحالتين لقضاء الحوائج والمآرب أيجوز ذلك أم لا؟

ج 5: أما الاستغاثة بالأموات من الأنبياء وغيرهم فلا تجوز, بل هي من الشرك الأكبر, وأما الاستغاثة بالحي الحاضر والاستغاثة به فيما يقدر عليه فلا حرج; لقول الله سبحانه في قصة موسى: فاستغاثه الذي من شيعته على الذي من عدوه أما التوسل بالأحياء أو الأموات من الأنبياء وغيرهم بذواتهم أو جاههم أو حقهم فلا يجوز, بل هو من البدع،ووسائل الشرك.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضوعضونائب رئيس اللجنةالرئيس
عبد الله بن قعودعبد الله بن غديانعبد الرزاق عفيفيعبد العزيز بن عبد الله بن باز


Istighatsah Kepada Orang-orang yang Sudah Meninggal Dari Kalangan Para Nabi dan Selain Mereka Termasuk Syirik Besar   

Pertanyaan kelima dari fatwa nomor 5553:

Pertanyaan: Istighatsah kepada para Nabi, para Wali dan orang-orang shalih ketika mereka masih hidup maupun sesudah mereka meninggal dalam menghilangkan keburukan dan mendapatkan kebaikan serta bertawasul dengan perantaraan mereka dalam dua kondisi tersebut untuk memenuhi kebutuhan dan hajat mereka, apakah hal ini diperbolehkan?

Jawab: Istighatsah kepada orang-orang yang sudah meninggal dari kalangan para Nabi maupun selain mereka tidak diperbolehkan bahkan hal ini termasuk syirik besar, adapun istighatsah kepada yang hidup dan hadir di situ serta mampu melakukannya maka tidak apa-apa, berdasarkan firman Allah subhanahu wata’ala dalam kisah Nabi Musa: “Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya”.

Adapun tawasul dengan perantaraan orang-orang yang masih hidup ataupun yang sudah mati dari kalangan para Nabi dan selain mereka dengan jasad, kedudukan, atau hak mereka maka tidak diperbolehkan, bahkan hal ini merupakan perkara bid’ah dan sarana yang menghantarkan kepada kesyirikan.   

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

Ketua              : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz                                                                            

Wakil ketua     : Abdurrazaq ‘Afifi

Anggota          : Abdullah bin Ghudayan

Anggota          : Abdullah bin Qu’ud

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.