Info Pondok
Friday, 27 Jan 2023
  • Pondok pesantren ibnu abbas sragen yang beralamatkan di Beku Kliwonan Masaran Sragen Jawa Tengah

(Hukum) Seseorang yang Menyembah Selain Allah atau Berdo’a kepada selain-Nya atau Menyembelih untuk Seorang Syaikh

Diterbitkan : - Kategori : Tak Berkategori

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’

JILID 1 TENTANG AQIDAH

Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

شخص عبد غير الله أو دعا غير الله أو ذبح لشيخ

فتوى رقم (4144):

س: هنا شخص عبد غير الله أو دعا غير الله أو ذبح لشيخ كما يحدث في مصر, فهل يعذر بجهله أم لا يعذر بجهل؟ وإذا كان لا عذر بجهل فما الرد على قصة ذات أنواط؟ أفتونا مأجورين.

ج: لا يعذر المكلف بعبادته غير الله أو تقربه بالذبائح لغير الله أو نذره لغير الله ونحو ذلك من العبادات التي هي من اختصاص الله إلا إذا كان في بلاد غير إسلامية،ولم تبلغه الدعوة فيعذر لعدم البلاغ لا لمجرد الجهل; لما رواه مسلم عن أبي هريرة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال: والذي نفس محمد بيده لا يسمع بي أحد من هذه الأمة يهودي ولا نصراني ثم يموت ولم يؤمن بالذي أرسلت به إلا كان من أصحاب النار فلم يعذر النبي صلى الله عليه وسلم من سمع به, ومن يعيش في بلاد إسلامية قد سمع بالرسول صلى الله عليه وسلم فلا يعذر في أصول الإيمان بجهله.

أما من طلبوا من النبي صلى الله عليه وسلم أن يجعل لهم ذات أنواط يعلقون بها أسلحتهم فهؤلاء كانوا حديثي عهد بكفر،وقد طلبوا فقط ولم يفعلوا فكان ما حصل منهم مخالفا للشرع, وقد أنكره عليهم النبي صلى الله عليه وسلم فلم يفعلوه.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضوعضونائب رئيس اللجنةالرئيس
عبد الله بن قعودعبد الله بن غديانعبد الرزاق عفيفيعبد العزيز بن عبد الله بن باز


(Hukum) Seseorang yang Menyembah Selain Allah atau Berdo’a kepada selain-Nya atau Menyembelih untuk Seorang Syaikh     

Fatwa nomor 4144:

Pertanyaan: Disini ada seseorang yang menyembah selain Allah atau berdo’a kepada selain-Nya atau menyembelih untuk seorang syaikh seperti yang terjadi di Mesir. Apakah ia diberi udzur dengan kejahilannya ataukah tidak diberi udzur? Jika tidak diberi udzur dengan kejahilannya, apa bantahan pada kisah dzatu anwath? Berilah fatwa kepada kami, semoga anda sekalian mendapat pahala dari Allah. 

Jawab: Seorang mukallaf tidak diberi udzur dalam beribadah kepada selain Allah atau mendekatkan diri dengan menyembelih untuk selain Allah atau bernadzar untuk selain Allah dan ibadah-ibadah lainnya yang merupakan kekhususan bagi Allah kecuali jika ia berada di negeri bukan negeri Islam dan belum sampai dakwah kepadanya maka ia diberi udzur karena tidak ada dakwah bukan karena kebodohan semata; berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang mendengar tentangku dari umat ini baik seorang Yahudi ataupun Nasrani kemudian ia tidak beriman dengan yang aku bawa melainkan termasuk penghuni neraka.” Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tidak memberi udzur  siapa saja yang telah mendengar tentang beliau. Barangsiapa tinggal di negeri Islam dan mendengar tentang Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam tidak diberi udzur dalam perkara-perkara pokok keimanan hanya berdasarkan kejahilan (kebodohannya) semata.

Adapun permintaan orang-orang kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wasallam agar beliau membuatkan dzatu anwath untuk menaruh senjata-senjata mereka (agar lebih hebat) maka mereka ini baru saja masuk Islam. Mereka baru sebatas meminta dan belum melakukan (belum menaruh senjata-senjata mereka). Apa yang terjadi di antara mereka merupakan perbuatan yang menyelisihi syari’at sehingga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mengingkari mereka maka mereka tidak jadi melakukannya.

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

Ketua              : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz                                                                            

Wakil ketua     : Abdurrazaq ‘Afifi

Anggota          : Abdullah bin Ghudayan

Anggota          : Abdullah bin Qu’ud

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.