Info Pondok
Thursday, 18 Apr 2024
  • Pondok pesantren ibnu abbas sragen yang beralamatkan di Beku Kliwonan Masaran Sragen Jawa Tengah

Menyembelih Hewan untuk selain Allah yaitu untuk Jin atau selainnya adalah Perbuatan Syirik Besar

Diterbitkan : - Kategori : Tak Berkategori

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’

JILID 1 TENTANG AQIDAH

Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

الذبح لغير الله من الجن أو غيرهم شرك أكبر

السؤال الثاني والسابع من الفتوى رقم (4246):

س 2: ما حكم من نشأ في بلده ولم يدرك شيئا إلا الصلاة، بل أركان الإسلام الخمسة ويعمل بكل، ولكنه يذبح للجن ويدعوهم عند حاجته، ولكنه لا يعرف أن الشريعة تمنع ذلك هل هو معذور لجهله أم لا؟ وهل يقال له: أنت مشرك، قبل البيان؟

ج 2: يجب على من عرف منه ذلك من أهل العلم بالتوحيد أن يبين له أن الذبح لغير الله من الجن أو غيرهم؛ كالأنبياء والملائكة والأصنام شرك أكبر يخرج من الإسلام، وكذا دعاؤهم لقضاء الحاجات شرك أكبر يخرج من الإسلام أيضا؛ لأن كلا منهما عبادة يجب الإخلاص فيها لله وحده، فصرفها لغير الله شرك أكبر.

قال الله تعالى: قل إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين لا شريك له وبذلك أمرت وأنا أول المسلمين قل أغير الله أبغي ربا وهو رب كل شيء الآية.

وقال: ولا تدع من دون الله ما لا ينفعك ولا يضرك فإن فعلت فإنك إذا من الظالمين وإن يمسسك الله بضر فلا كاشف له إلا هو وإن يردك بخير فلا راد لفضله الآية، وقال: فصل لربك وانحر وقال النبي صلى الله عليه وسلم: لعن الله من ذبح لغير الله الحديث.

وإن أصر على الذبح للجن ودعائهم لقضاء الحاجة فهو مشرك شركا أكبر ولا عذر له؛ لقيام الحجة عليه بالكتاب والسنة ويقال له: كافر مشرك شركا أكبر.

مخطئ من أحل ذبيحة مشرك الشرك الأكبر لذكره اسم الله عليها

س 7: من أحل ذبيحة المشرك وهو يحتج بقول الله تعالى: فكلوا مما ذكر اسم الله عليه إن كنتم بآياته مؤمنين ويقول: إن هذه الآية لا تحتاج إلى تفسير وهو دام على هذه الآية ولم يسمع قول أحد بعد هل يكون كافرا؟

ج 7: من أحل ذبيحة مشرك الشرك الأكبر لذكره اسم الله عليها فهو مخطئ، لكنه ليس بكافر لوجود الشبهة ولا حجة له في الآية؛ لأن عمومها مخصص بالإجماع على تحريم ذبيحة المشرك، وعلى من قوي على البيان – وعلم ذلك منه – إرشاده.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضوعضونائب رئيس اللجنةالرئيس
عبد الله بن قعودعبد الله بن غديانعبد الرزاق عفيفيعبد العزيز بن عبد الله بن باز


Menyembelih Hewan untuk selain Allah yaitu untuk Jin atau selainnya adalah Perbuatan Syirik Besar        

Pertanyaan kedua dan kelima dari fatwa nomor 4246.

Pertanyaan: apa hukum seseorang yang tumbuh berkembang di negerinya dan tidak mengtahui perkara agamanya selain shalat dan rukun Islam yang lima serta ia melaksanakan semua rukun tersebut. Akan tetapi ia menyembelih hewan untuk jin dan berdo’a kepadanya untuk memenuhi kebutuhannya sementara ia tidak mengetahui bahwa syari’at melarang perbuatan tersebut. Apakah ia diberi udzur karena kejahilannya ataukah tidak diberi udzur? Apakah bisa dikatakan kepadanya: engkau seorang musyrik (menyekutukan Allah) sebelum mendapat penjelasan?

Jawab: wajib bagi ahli ilmu tauhid yang mengetahui tentang hal tersebut untuk menjelaskan kepadanya bahwa menyembelih untuk selain Allah, yaitu untuk jin atau selainnya seperti untuk para Nabi, para malaikat, dan berhala-berhala merupakan syirik besar yang mengeluarkan dari agama Islam. Demikian juga berdo’a kepada mereka untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan si pemohon termasuk juga syirik besar yang mengeluarkannya dari agama Islam. Hal ini karena keduanya merupakan ibadah yang wajib ditujukan hanya untuk Allah semata, memalingkannya untuk selain Allah adalah syirik besar.

Allah ta’ala berfirman: katakanlah: sesungguhnya shalat, ibadah, hidup, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah). Katakanlah: apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu.

Dan Allah berfirman: dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang dhalim. Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya.

Dan Allah berfirman: maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam: Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah.

Jika setelah dinasehati tetap menyembelih hewan untuk jin dan berdo’a kepada mereka untuk memenuhi kebutuhannya maka ia menjadi seorang musyrik dengan kesyirikan besar dan tidak ada udzur baginya, karena telah tegak hujah Al-Qur’an dan Al-Hadits kepadanya, sehingga dikatakan kepadanya bahwa ia kafir musyrik dengan kesyirikan besar.

KESALAHAN ORANG YANG MENGHALALKAN SEMBELIHAN ORANG MUSYRIK DENGAN KESYIRIKAN BESAR KARENA MENYEBUT NAMA ALLAH KETIKA MENYEMBELIH HEWAN TERSEBUT    

Pertanyaan: barangsiapa menghalalkan sembelihan orang musyrik berhujah dengan firman Allah ta’ala: “maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya.” Ia berkata: sesungguhnya ayat ini tidak membutuhkan tafsir tetapi dibiarkan apa adanya. Sedangkan ia belum pernah mendengar seorang pun berbicara tentang ayat tersebut. Apakah ia kafir disebabkan perkataannya itu?

Jawaban: barang siapa menghalalkan sembelihan orang musyrik dengan kesyirikan besar karena menyebut nama Allah ketika menyembelihnya maka ia salah. Tetapi ia tidak menjadi kafir karena adanya syubhat dan ayat tersebut tidak bisa dijadikan sebagai hujahnya, karena keumuman ayat tersebut dikhususkan dengan ijma’ atas haramnya sembelihan orang musyrik. hendaknya bagi yang mampu menjelaskan dan mengetahui akan hal tersebut agar membimbingnya. 

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

Ketua              : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz                                                                            

Wakil ketua     : Abdurrazaq ‘Afifi

Anggota          : Abdullah bin Ghudayan

Anggota          : Abdullah bin Qu’ud

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.