Info Pondok
Sunday, 25 Feb 2024
  • Pondok pesantren ibnu abbas sragen yang beralamatkan di Beku Kliwonan Masaran Sragen Jawa Tengah

Hukum Orang yang Beriman kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian Berbuat Syirik kepada Allah dengan Sujud kepada Selain-Nya

Diterbitkan : - Kategori : Tak Berkategori

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’

JILID 1 TENTANG AQIDAH

Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

حكم من آمن بمحمد صلى الله عليه وسلم ثم أشرك مع الله غيره بالسجود لغير الله

السؤال الأول من الفتوى رقم (4461):

س 1: قال بعض العلماء: إن مشرك هذه الأمة بمنزلة أهل الكتاب في تحليل ذبائحهم وتزويج نسائهم؛ لأن اليهود كتابهم التوراة ونبيهم موسى عليه السلام ولو كانوا كاذبين، وكذلك النصارى كتابهم الإنجيل ونبيهم عيسى ولو كانوا كاذبين؛ لأن هؤلاء كلهم زعموا ذلك ثم تركوا دينهم وكذلك مشرك هذه الأمة يزعمون أن كتابهم القرآن ونبيهم محمد صلى الله عليه وسلم، ولذلك يحل تزوج نسائهم وتحل ذبائحهم مثل أهل الكتاب.

ج: ليس من آمن بمحمد صلى الله عليه وسلم ثم أشرك مع الله غيره بالسجود لغير الله أو النذر أو الذبح لغير الله مثل أهل الكتاب، بل هو مرتد يستتاب ثلاثا بعد بيان الحق بدليله وإرشاده إليه فإن تاب وإلا قتل، وماله لبيت مال المسلمين لا يرثه أقاربه المسلمون ولا تحل ذبيحته ولا يزوج مسلمة، بل ينفسخ عقد نكاحه بمن كانت معه من المسلمات، بخلاف الكافرين أهل الكتاب فإنهم يقرون على أنكحتهم ويكون بينهم التوارث وتحل ذبائحهم ويدعون إلى الإسلام فإن تابوا وأسلموا فالحمد لله وإلا أخذت منهم الجزية ولا يقتلون لكفرهم.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضوعضونائب رئيس اللجنةالرئيس
عبد الله بن قعودعبد الله بن غديانعبد الرزاق عفيفيعبد العزيز بن عبد الله بن باز


Hukum Orang yang Beriman kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian Berbuat Syirik kepada Allah dengan Sujud kepada Selain-Nya           

Pertanyaan pertama dari aftwa nomor 4461.

Pertanyaan: sebagian ulama berkata: sesungguhnya orang musyrik dari umat ini menempati posisi seperti ahlul kitab dalam penghalalan sembelihan mereka dan menikahi wanita-wanita dari kalangan mereka. Hal ini karena orang-orang Yahudi, kitab mereka Taurat dan Nabi mereka Nabi Musa meskipun (kemudian) mereka mendustakan (kitab dan Nabi mereka) demikian juga orang-orang Nasrani, kitab mereka Injil dan Nabi mereka Nabi Isa meskipun (kemudian) mereka mendustakan (kitab dan Nabi mereka). Awalnya mereka mempercayai kitab suci dan Nabi mereka tetapi kemudian meninggalkan agama mereka, demikan juga orang musyrik umat ini mempercayai kitab mereka adalah Al-Qur’an dan Nabi mereka adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, oleh karena itu halal menikahi wanita orang musyrik dan halal punya sembelihan mereka sebagaimana ahlul kitab (juga halal wanita dan sembelihan mereka).

Jawab: orang yang beriman kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian berbuat syirik dengan sujud kepada selain Allah atau nadzar, menyembelih untuk selain-Nya tidak sama dengan ahlul kitab, tetapi ia adalah orang murtad yang diminta untuk bertaubat dalam kurun waktu tiga hari setelah diterangkan kebenaran dengan dalil dan penjelasan kepadanya, jika bertaubat maka dibiarkan dan jika tidak mau maka dibunuh. Hartanya untuk baitul mal kaum muslimin, kerabatnya yang muslim tidak mewarisinya, tidak halal sembelihannya, tidak dinikahkan dengan wanita muslimah bahkan rusak (batal) ikatan nikah dengan istrinya yang muslimah. Berbeda dengan orang-orang kafir dari kalangan ahlul kitab, sesungguhnya mereka tetap di atas pernikahan mereka (dengan wanita ahlul kitab), saling mewarisi, halal sembelihan mereka, mereka diajak kepada Islam, apabila bertaubat dan masuk Islam, alhamdulillah, apabila tidak maka diambil jizyah (upeti) dari mereka dan tidak dibunuh karena kekafiran mereka.

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

Ketua              : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz                                                                            

Wakil ketua     : Abdurrazaq ‘Afifi

Anggota          : Abdullah bin Ghudayan

Anggota          : Abdullah bin Qu’ud                                  

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.