Info Pondok
Friday, 03 Feb 2023
  • Pondok pesantren ibnu abbas sragen yang beralamatkan di Beku Kliwonan Masaran Sragen Jawa Tengah

Hukum Menyembelih Hewan di depan Pintu Rumah Baru Sebelum Menempatinya

Diterbitkan : - Kategori : Tak Berkategori

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’

JILID 1 TENTANG AQIDAH

Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

الذبح على عتبة المنزل الجديد وقبل دخوله

فتوى رقم (9867):

س: طالعتنا صحيفة الرياض في عددها رقم 6411 بتاريخ 1 /5 /1406هـ والمرفق صورة منه تحت عنوان (الذبح على عتبة المنزل الجديد) التي تتساءل المحررة فيه عن مدى صحة هذا الاعتقاد حيث إنها عادة تبعها البعض؛ لذا وددت أن أرسل لسماحتكم صورة من هذا الخبر للاطلاع- الذبح على عتبة الباب- عادة أخرى من العادات التي لم أستطع التوصل إلى معرفة جذورها غير أنه من المتعارف عليه بين الناس أن الذبح على عتبة المنزل الجديد وقبل دخوله من أهم الأسباب لدفع العين، ولجعل البيت مباركا، ولتجنب المآسي والحوادث غير المستحبة، ولأننا نؤمن بأنه لا ينفع حذر من قدر؛ لذا لا ندري بالضبط صحة هذا الاعتقاد غير أن هذه النقطة مناسبة للتوقف عندها.

ج: إذا كانت هذه العادة من أجل إرضاء الجن وتجنب المآسي والأحداث الكريهة فهي عادة محرمة، بل شرك، وهذا هو الظاهر من تقديم الذبح على النزول بالبيت وجعله على العتبة على الخصوص.

وإن كان القصد من الذبح إكرام الجيران الجدد والتعرف عليهم وشكر الله على ما أنعم به من السكن الجديد، وإكرام الأقارب والأصدقاء بهذه المناسبة وتعريفهم بهذا المسكن فهذا خير يحمد عليه فاعله، لكن ذلك إنما يكون عادة بعد نزول أهل البيت فيه لا قبل، ولا يكون ذبح الذبيحة أو الذبائح عند عتبة الباب أو مدخل البيت على الخصوص.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضونائب رئيس اللجنةالرئيس
عبد الله بن غديانعبد الرزاق عفيفيعبد العزيز بن عبد الله بن باز


Hukum Menyembelih Hewan di depan Pintu Rumah Baru Sebelum Menempatinya          

Fatwa nomor 9867.

Pertanyaan: Kami membaca surat kabar Riyadh edisi 6411 tanggal 1-5-1406 H dengan judul “Menyembelih hewan di depan pintu rumah”. Hal ini menimbulkan pertanyaan seputar keyakinan ini, karena hal itu terlanjur menjadi kebiasaan sebagian orang. Oleh karena itu, saya mengirimkan foto copy surat kabar tersebut untuk ditelaah masalah menyembelih hewan di depan pintu pada tradisi-tradisi lain yang saya tidak mengetahui dasar hukumnya, saya hanya mengetahui bahwa itu merupakan kebiasaan yang dilakukan banyak orang dengan keyakinan bahwa menyembelih hewan di depan pintu rumah baru sebelum menempatinya merupakan sebab utama untuk menolak mudharat, menjadikan rumah menjadi barakah, dan menghindarkan dari hal-hal yang tidak diinginkan. Hal ini kami sampaikan karena kami percaya bahwa hal tersebut tidak akan bermanfaat sedikit pun. Oleh karena itu, kami perlu mengetahui kebenaran keyakinan ini sehingga kami bisa menentukan sikap.

Jawab: apabila kebiasaan ini dilakukan untuk memperoleh keridhaan jin dan menghindarkan dari hal-hal yang tidak diinginkan, maka ini merupakan kebiasaan yang dilarang bahkan termasuk syirik. inilah hukum yang terlihat dari penyembelihan hewan ketika akan menempati rumah baru khususnya penyembelihan yang dilakukan di depan pintu.

Adapun apabila tujuan penyembelihan hewan untuk memuliakan tetangga yang baru, dan berkenalan dengan mereka dan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah yang telah memberi nikmat berupa rumah baru, juga memperkenalkan tempat baru kepada sanak kerabat dan teman-teman dalam kesempatan tersebut, maka ini perbuatan baik yang dipuji pelakunya. Tetapi kebiasaan hal ini dilakukan setelah pemilik menempati rumahnya bukan sebelum menempati dan penyembelihan tidak dilakukan di depan rumah atau tempat masuk rumah secara khusus.  

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

Ketua              : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz                                                                            

Wakil ketua     : Abdurrazaq ‘Afifi

Anggota          : Abdullah bin Ghudayan

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.