Info Pondok
Friday, 03 Feb 2023
  • Pondok pesantren ibnu abbas sragen yang beralamatkan di Beku Kliwonan Masaran Sragen Jawa Tengah

Hukum Daging yang Disembelih dalam Acara Maulid Nabi

Diterbitkan : - Kategori : Tak Berkategori

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’

JILID 1 TENTANG AQIDAH

Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

حكم ما يذبح في المولد النبوي

فتوى رقم (10685):

س 1: هل يجوز أكل اللحم الذي يذبح لمولد النبي صلى الله عليه وسلم وغيره من الموالد؟

ج 1: ما ذبح في مولد نبي أو ولي تعظيما له فهو مما ذبح لغير الله وذلك شرك، فلا يجوز الأكل منه، وقد ثبت أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: لعن الله من ذبح لغير الله

س 2: ما حكم من يقول إنه مسلم بالقول فقط وهو مع أهل البدع والشرك بفعله، وهل يكون مسلما حقيقة، وهل يجوز أكل ذبحه؟

ج 2: من نطق بالشهادتين مصدقا بما دلتا عليه وعمل بمقتضاهما فهو مسلم مؤمن، ومن أتى بما يناقضهما من الأقوال أو الأعمال الشركية فهو كافر وإن نطق بهما وصلى وصام، مثل أن يستغيث بالأموات أو يذبح لهم توقيرا وتعظيما، ولا يجوز الأكل من ذبيحته.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضونائب رئيس اللجنةالرئيس
عبد الله بن غديانعبد الرزاق عفيفيعبد العزيز بن عبد الله بن باز


Hukum Daging yang Disembelih dalam Acara Maulid Nabi             

Fatwa nomor 10685.

Pertanyaan: Apakah diperbolehkan memakan daging yang disembelih dalam acara maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam dan maulid-maulid lainnya?

Jawab: Apa yang disembelih dalam acara maulid Nabi atau wali sebagai pengagungan kepadanya termasuk sembelihan untuk selain Allah yang merupakan kesyirikan maka tidak boleh memakannya. Telah diriwayatkan dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: Allah melaknat orang yang menyembelih hewan untuk selain Allah.

Pertanyaan: apa hukum orang mengatakan bahwasanya ia seorang Muslim dengan lisan saja padahal ia adalah ahlul bid’ah dan syirik dengan perbuatannya. Apakah ia menjadi Muslim yang hakiki? Apakah diperbolehkan memakan sembelihannya?

Jawab: barangsiapa mengucapkan dua kalimat syahadat dengan jujur terhadap apa yang ditunjukkan keduanya dan mengamalkan konsekuensi keduanya maka ia adalah seorang Muslim Mukmin. Dan barangsiapa melakukan pembatal keduanya baik berupa perkataan maupun perbuatan kesyirikan maka ia menjadi kafir walaupun ia telah mengucapkan kedua kalimat syahadat tersebut, shalat, dan berpuasa, seperti beristighatsah terhadap para mayit atau menyembelih hewan untuk mereka sebagai bentuk perendahan diri dan pengagungan maka tidak boleh memakan daging sembelihannya.

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

Ketua              : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz                                                                            

Wakil ketua     : Abdurrazaq ‘Afifi

Anggota          : Abdullah bin Ghudayan                                  

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.