Hukum Daging Hewan yang Disembelih dalam Berbagai Peristiwa

Tak Berkategori

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’

JILID 1 TENTANG AQIDAH

Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

حكم الذبيحة التي تذبح في المناسبات

فتوى رقم (9573):

س: ما حكم الصدقة التي أذبحها وأقول في نفسي أو على من عندي هذه صدقة لله تعالى بمناسبة نجاح ولدي أو بمناسبة سلامته من حادث سيارة أو بمناسبة أي فرح كان؟ فضيلة الشيخ: هل يجوز لي أن آكل من هذه الصدقة أم لا؟ علما بأني لا أحلف بالله ولا أنذر أني أفعل كذا وكذا. ولكن عندما يحصل هذا الفرح أقول هذه صدقة لله تعالى، أرشدونا أثابكم الله حول ما ذكرت، وما هي الطريق السليمة التي نسلكها؟

ج: الأصل في الأعمال أن تبنى على النية، والنية شرط للإثابة على العمل، فينبغي للمسلم في كل نفقة أن ينوي بها التقرب إلى الله عز وجل، فإذا حصل مناسبة مشروعة؛ كقدوم ضيف أو تشجيع ابن ونحو ذلك ونوى بذلك التقرب فلا حرج أن يأكل منها.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضونائب رئيس اللجنةالرئيس
عبد الله بن غديانعبد الرزاق عفيفيعبد العزيز بن عبد الله بن باز


Hukum Daging Hewan yang Disembelih dalam Berbagai Peristiwa             

Fatwa nomor 9573.

Pertanyaan: Apa hukum shadaqah yang aku menyembelih hewan (sedekahan itu) dan aku berkata dalam hatiku atau kepada orang yang ada di sisiku bahwa shadaqah ini adalah untuk Allah ta’ala bertepatan dengan kelulusan anakku, atau selamatnya ia dari kecelakaan mobil, atau pun bertepatan dengan sesuatu yang membahagiakan lainnya? Wahai syaikh yang mulia, apakah diperbolehkan aku memakan shadaqah ini ataukah tidak boleh? Perlu diketahui bahwa aku tidak bersumpah atas nama Allah, juga tidak bernadzar akan melakukan demikian dan demikian. Hanya saja, ketika mendapat kebahagiaan ini aku berkata shadaqah ini untuk Allah ta’ala. Berilah kami penjelasan atas apa yang aku samapaikan ini semoga Allah memberi pahala kepada anda sekalian. Dan apa jalan selamat yang harus kami tempuh?      

Jawab: pada asalnya, perbuatan dibangun di atas niat, dan niat merupakan syarat untuk menentukan amal perbuatan. Oleh karena itu hendaknya setiap Muslim meniatkan setiap nafkah (pemberian) untuk meniatkannya sebagai pendekatan diri kepada Allah azza wajalla. Ketika mendapat sesuatu yang dianjurkan syariat (untuk shadaqah) seperti kedatangan tamu atau menyemangati anak (atas suatu prestasi tertentu) dengan niat untuk mendekatkan diri kepada-Nya maka tidak mengapa untuk memakan daging sembelihan tersebut.

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

Ketua              : Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz

Wakil ketua     : Abdurrazaq ‘Afifi

Anggota          : Abdullah bin Ghudayan                                  

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.