MEMBACA AL-QUR’AN SATU HURUF, SEPULUH PAHALA

Ustadz Muslim Atsari

HADITS HADITS FADHOIL AL QURAN

HADITS ‘ABDULLOH BIN MAS’UD

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
“مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا
لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ”

Dari Abdulloh bin Mas’ud, dia berkata: Rosululloh sholallohu ‘alaihi was sallam bersabda:

“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Alloh, maka dia mendapatkan satu kebaikan dengannya. Dan satu kebaikan itu (dibalas) sepuluh lipatnya.
Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.”

(HR. Tirmidzi no: 2910. Dishahihkan Syaikh Al-Albani di dalam Ash-Shohihah, no. 3327; dan Syaikh Salim Al-Hilali di dalam Bahjatun Nazhirin 2/229)

Di dalam riwayat lain dengan lafazh:

” اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّكُمْ تُؤْجَرُونَ عَلَيْهِ، أَمَا إِنِّي لا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ عَشْرٌ، وَلامٌ عَشْرٌ، وَمِيمٌ عَشْرٌ، فَتِلْكَ ثَلاثُونَ “

“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya kamu akan diberi pahala padanya.
Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tetapi (membaca) alif (pahalanya) sepuluh, lam sepuluh, dan mim sepuluh, sehingga itu tiga puluh (pahalanya).”

(HR. Al-Khathib di dalam Tarikh Baghdad, no. 186; dihasankan Syaikh Al-Albani di dalam Ash-Shohihah, no. 660)

FAWAID HADITS:
Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil dari hadits ini, antara lain:

  1. Perintah membaca Al-Qur’an, baik dengan hafalan atau tulisan (mushhaf).
  2. Membaca Al-Qur’an adalah amalan yang berpahala besar.
  3. Pahala membaca Al-Qur’an dihitung tiap huruf, yaitu setiap huruf mendapatkan satu kebaikan, dan kebaikan itu dilipat-gandakan menjadi sepuluh.
  4. Alif lam mim bukan satu huruf, namun tiga huruf. Sehingga membaca alif lam mim pahalanya tiga puluh.
  5. Membaca Al-Qur’an tetap mendapatkan pahala walaupun tidak memahami artinya. Karena alif lam mim yang ada di awal surat-surat Al-Qur’an hanya diketahui maknanya oleh Alloh Ta’ala.
  6. Sepantasnya kaum muslimin banyak membaca Al-Qur’an, mempelajari maknanya, mengamalkannya, dan mengajarkannya.
  7. Kesalahan sebagian kaum muslimin yang merutinkan bacaan-bacaan tertentu yang bukan Al-Qur’an, dan tidak diajarkan oleh Rosululloh sholallohu ‘alaihi was sallam, kemudian beranggapan akan mendapatkan kebaikan yang besar.

Inilah sedikit penjelasan tentang hadits yang agung ini. Semoga Alloh selalu memudahkan kita untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Dan selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran menuju sorga-Nya yang penuh kebaikan.

Ditulis oleh Muslim Atsari,
Sragen, Dhuha Senin, 2-Sya’ban-1442 H / 15-Maret-2021 M

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.