KEUTAMAAN MEMBACA AL-QUR’AN, SURAT AL-BAQOROH DAN ALI IMRON

Ustadz Muslim Atsari

HADITS HADITS FADHOIL AL QURAN

HADITS ABU UMAMAH AL-BAHILI

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ:
“اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ،
اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ، وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ، فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ، أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ، أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ، تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا،
اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ، فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ، وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ، وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ”.

Dari Abu Umamah Al-Bahili, dia berkata; “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemohon syafa’at bagi ash-haabul Qur’an (orang yang mengamalkannya).

Bacalah dua yang bercahaya, yaitu surat Al-Baqoroh dan Ali Imroon, karena sesungguhnya keduanya akan datang pada hari kiamat seperti dua mega putih, atau seperti dua naungan, atau seperti dua rombongan burung yang berbaris-baris; keduanya akan membela para pembaca keduanya.

Bacalah surat Al-Baqoroh, karena sesungguhnya rutin membacanya merupakan berkah, meninggalkannya merupakan penyesalan, dan para tukang sihir tidak mampu menghadapinya”.

(HR. Muslim, no. 804; Ahmad, no. 22146, 22147, 22193, 22213. Dishohihkan oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth di dalam Takhrij Musnad Ahmad)

Di dalam riwayat lain dengan lafazh:

«تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ؛ فَإِنَّهُ شَافِعٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»

“Pelajarilah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia sebagai pemohon syafa’at pada hari kiamat”.

(HR. Ahmad, no. 22157; Ibnu Hibban, no. 116. Dishohihkan oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth di dalam Takhrij Musnad Ahmad)

FAWAID HADITS:
Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil dari hadits-hadits ini, antara lain:

  1. Perintah membaca Al-Qur’an, dan keutamaannya.
  2. Pahala bacaan Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat sebagai pemohon syafa’at bagi ash-haabul Qur’an (orang yang mengamalkannya).
  3. Hadits ini bukan dalil bahwa Al-Qur’an adalah makhluk. Al-Qur’an adalah kalam Alloh, bukan makhluk. Adapun yang akan datang pada Hari Kiamat nanti adalah pahalanya. Imam Tirmidzi berkata: “Makna hadits ini menurut Ahlil ilmu, bahwa pahala bacaan Al-Qur’an akan datang”. (Keterangan hadits Sunan Tirmidzi, no. 2883)
  4. Mengimani adanya syafaat dengan syarat-syaratnya, yaitu idzin Alloh bagi pemohon syafa’at dan ridho Alloh bagi yang dimohonkan syafa’at.
  5. Perintah membaca dua yang bercahaya, yaitu surat Al-Baqoroh dan Ali Imroon, dan keutamaannya.
  6. Keistimewaan surat Al-Baqoroh dan Ali Imroon karena disebut secara khusus oleh Nabi sholallohu ‘alaihi wassallam agar dibaca, setelah perintah secara umum untuk membaca Al-Qur’an.
  7. Pahala membaca surat Al-Baqoroh dan Ali Imroon akan datang pada hari kiamat seperti dua mega putih, atau seperti dua naungan, atau seperti dua rombongan burung yang berbaris-baris; keduanya akan membela para pembaca keduanya.
  8. Perintah membaca surat Al-Baqoroh, dan keutamaannya. Di dalam hadits ini disebut tiga kali, pertama: di dalam perintah secara umum untuk membaca Al-Qur’an, kedua: disebutkan bersama Ali Imroon, ketiga: disebutkan secara khusus.
  9. Keutamaan rutin membaca surat Al-Baqoroh, yaitu merupakan berkah, meninggalkannya merupakan penyesalan, dan para tukang sihir tidak mampu menghadapinya.
  10. Membaca surat Al-Baqoroh adalah sarana melindungi diri dari sihir.

Inilah sedikit penjelasan tentang hadits-hadits yang agung ini. Semoga Alloh selalu memudahkan kita untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Dan selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran menuju sorga-Nya yang penuh kebaikan.

Ditulis oleh Muslim Atsari,
Sragen, Bakda Ashar Rabu, 5-Rojab-1442 H / 17-Februari-2021 M

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.