SIAPKAN BEKAL UNTUK AKHIRAT, JANGAN TERPEDAYA DENGAN DUNIA

Ustadz Muslim Atsari

AYAT-AYAT AL-QUR’AN PANGGILAN AR-ROHMAN KEPADA INSAN

QS. Luqman/31: 33

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِيْ وَالِدٌ عَنْ وَّلَدِهٖۖ وَلَا مَوْلُوْدٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَّالِدِهٖ شَيْـًٔاۗ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُ – ٣٣

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah. (QS. Luqman/31: 33)

PETUNJUK-PETUNJUK AYAT:

  1. Kewajiban bertaqwa kepada Alloh Ta’ala, dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan. Karena Alloh adalah Robb manusia, yaitu Pencipta, Pemilik, Penguasa, Pemberi rizki, Yang Menghidupkan dan Yang mematikan manusia. Dengan bertaqwa manusia akan meraih kebahagiaannya.
  2. Kewajiban takut terhadap Hari Kiamat, hari pembalasan amal, setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan perbuatannya. Rasa takut ini mendorong untuk taqwa.
  3. Di antara sifat Hari Kiamat adalah bahwa seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun.
  4. Ketetapan iman kepada Hari Akhir, Hari Kebangkitan manusia dari kubur, Hari pembalasan amal, dan itu adalah janji Allah yang benar, tidak ada keraguan padanya.
  5. Nasehat Alloh agar manusia tidak terpedaya dengan kesenangan dunia, melalaikan bekal menuju akhirat. Ingat dunia adalah fana, akhirat kekal adanya.
  6. Nasehat Alloh agar manusia tidak terpedaya dengan syaithan, yang menampakkan kemaksiatan sebagai keindahan, menunda-nunda taubat, membisikkan umur panjang, padahal ajal sangat dekat.
  7. Syaithan adalah ghorur (penipu), maka waspadalah. Dahulu dia telah menipu nenek moyang manusia, nabi Adam dan ibu Hawa, sehingga keduanya terusir dari sorga. Kemudian dia bersumpah akan menyesatkan manusia dengan berbagai usahanya.

Inilah sedikit penjelasan dari ayat yang agung ini. Semoga Alloh selalu membimbing kita di atas jalan yang lurus.

Ditulis oleh Muslim Atsari,
Sragen, Dhuha Kamis, 28-Romadhon-1441 H / 21-Mei-2020 M

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.