Kontak Kami

Untuk mendapatkan informasi lebih detil mengenai Pondok Pesantren Ibnu Abbas As-salafy, Silahkan menghubungi kami di :

Pondok Pesantren Ibnu Abbas As-salafy

Beku  Kliwonan, Kec. Masaran, Kab Sragen,  Propinsi Jawa Tengah Indonesia
Telp. (0271) 7037931 / SMS Center. 088
website: http://www.binabba.org
E-mail : pesantrenibnuabbas@yahoo.com

44 comments

  • assalamualaikum ust anak ana lulusan smp umum mau masuk ma ibnu abas bgm caranya dan berapa biaya syukron tangerang selatan

  • Assalamu’alaykum.
    Afwan Instrumen Data Santri punya anak saya : MK Habib Kelas 9 ketinggalan dirumah. Kalau bisa mau ana kirim lewat email. Tolong kasih tahu alamat email pondok atau ustadz untuk mengirimnya. Alamat email ana : herasetiawan6969@yahoo.com
    ana coba kirim lewat: pesantrenibnuabbas@yahoo.com

    Afwan mau tanya: apakah (Sistim Informasi Manajemen?) SIM – PonPes Ibnu Abbas As-Salafy sudah bisa kami manfaatkan/pakai?
    Bagaimana cara mendapatkan username dan password-nya
    JazakumuLloh Khoiron
    hera abuhanif
    Wassalamu’alaykum.

  • Ustadz, kami dari jamaah Masjid Grompol,Sidodadi, Masaran, Sragen 57282, Mau menanyakan tentang, wudhu yang benar menurut tuntunan Rosululloh SAW. membasuh/memasukkan air ke hidung itu yang benar bersamaan berkumur memasukkan air kehidung lalu dihirup, atau berkumurnya sendiri & memasukkan air kehidung lalu dihirup juga sendiri? Tolong kalau ada Hadits yang Shahih disertakan agar kami lebih mantap memahami, terima kasih atas atensinya, semoga jadi ilmu yang bermanfaat bagi Ustadz aaamiiin…muslih.

    • Bismillah,
      dijawab oleh ust. Muslim sebagai berikut:
      yang benar bersamaan, berkumur dan memasukkan air ke hidung lalu dihirup. sebagaimana disebutkan di dalam banyak hadits.

  • Assalamu’alaikum, ustaz…
    Sejak Ibu Mertua sakit Stroke, saya dan suami saya hidup terpisah selama hampir setahun lamanya. Suami pergi menjenguk ibunya yang sakit sekaligus mencari nafkah. Setiap 3 bulan sekali, suami saya pulang ke rumah menjenguk saya dan anak-anak, setelah itu suami saya kembali lagi pada ibunya dan mencari nafkah. Belakangan diketahui, suami saya jarang berkomunikasi dengan ibunya walaupun tinggal serumah, suami saya sangat perhitungan dan mengeluh bila ibunya meminjam uang, suami saya jarang menanyakan kondisi kesehatan ibunya, kadang jika ditegur oleh ibunya, suami saya berkata sinis. Pendek kata dia membuat ibunya sedih dan susah hati.
    Hingga pada akhirnya di ujung desember, kamipun sering bertengkar karena suami saya jarang memberi kabar lewat telepon atau sms. Saya pun terus mendesaknya agar segera pulang saja jika tingkahnya seperti itu. Pada situasi seperti itu, penyakit ibu mertua saya kambuh dan masuk di rumah sakit, saya tetap terus mendesaknya untuk pulang bahkan mengancamnya untuk pergi jauh darinya. Saat itu pikiran saya sedang kalut karena janjinya untuk pulang selalu diulurkannya, selain itu perilakunya yang membuat ibu sedih membuat saya meminta nya untuk cepat pulang.
    23 Desember, suami saya pulang ke rumah dengan tiba-tiba tanpa memberi khabar terlebih dahulu. Atas usul kakak perempuannya dia pun meninggalkan rumah tanpa berpamitan kepada ibunya, dikhawatirkan akan menjadi beban pikiran dan kesedihan bagi ibunya jika dia berpamitan. Tepat 40 hari setelah kedatangannya, ibunya meninggal dunia. Dia sangat terpukul dan sedih, dia menyalahkan saya atas kepulangannya. Saya mendesaknya untuk pulang melihat ibunya untuk terakhir kali. Dia pun menolak karena rasa sedihnya. Dia baru pergi setelah 2 hari ibunya meninggal, yang didapatinya hanyalah batu nisan saja. Dia tidak sempat memandikan atau mengantar jenazah ibunya ke rumah terakhir.
    Yang ingin saya tanyakan adalah:
    1. Apakah saya telah berbuat durhaka kepada ibu mertua saya?
    2. Apakah suami saya telah durhaka pada ibunya?
    3. Bagaimana caranya kami untuk memperoleh maaf dari ibunya, sementara ibunya telah wafat? Sebab terus terang, saya sangat merasa bersalah dan berdosa… saya juga merasa kasihan melihat suami saya ustaz…
    Terimakasih sebelumnya,

  • Assalamu’alaikum, ustaz…
    Selama 2 tahun sejak ayahnya meninggal, suami saya jarang menjenguk ibunya. Dalam setahun hanya sekali menengok ibunya itupun selama 7 hari saja. Sejak Ibu Mertua sakit Stroke, saya dan suami saya hidup terpisah. Suami pergi menjenguk ibunya yang sakit sekaligus mencari nafkah. Setiap 3 bulan sekali, suami saya pulang ke rumah menjenguk saya dan anak-anak, setelah itu suami saya kembali lagi pada ibunya dan mencari nafkah. Belakangan diketahui, suami saya jarang berkomunikasi dengan ibunya walaupun tinggal serumah, suami saya sangat perhitungan dan mengeluh bila ibunya meminjam uang, suami saya jarang menanyakan kondisi kesehatan ibunya, kadang jika ditegur oleh ibunya, suami saya berkata sinis. Pendek kata dia membuat ibunya sedih dan susah hati.
    Hingga pada akhirnya di ujung desember, kamipun sering bertengkar lewat telepon karena suami saya jarang memberi kabar lewat telepon atau sms. Saya pun terus mendesaknya agar segera pulang saja jika tingkahnya seperti itu. Pada situasi seperti itu, penyakit ibu mertua saya kambuh dan masuk di rumah sakit, saya tetap terus mendesaknya untuk pulang bahkan mengancamnya untuk pergi jauh darinya. Saat itu pikiran saya sedang kalut karena janjinya untuk pulang selalu diulurkannya, selain itu perilakunya yang membuat ibu sedih membuat saya meminta nya untuk cepat pulang.
    23 Desember, suami saya pulang ke rumah dengan tiba-tiba tanpa memberi khabar terlebih dahulu kepada saya. Dia pun meninggalkan rumah tanpa berpamitan kepada ibunya, hal ini atas usul kakak perempuannya sebab dikhawatirkan bila dia pamit secara langsung akan menjadi beban pikiran dan kesedihan bagi ibunya. Kurang lebih 40 hari setelah kepergiannya, ibunya meninggal dunia. Dia sangat terpukul dan sedih, dia menyalahkan saya atas kepulangannya. Saya mendesaknya untuk pulang melihat ibunya untuk terakhir kali. Dia pun menolak karena rasa sedihnya. Dia baru pergi setelah 2 hari ibunya meninggal, yang didapatinya hanyalah batu nisan saja. Dia tidak sempat memandikan atau mengantar jenazah ibunya ke rumah terakhir.
    Beberapa kerabat menyatakan, ibunya bersedih sampai-sampai berkata dengan cucuran airmata “apabila keadaan terus seperti ini, lebih baik aku pulang saja (meninggal). Dari beberapa cerita kerabat yang saya dengar, saya menyimpulkan bahwa ibu sangat kesepian, dan tidak diperhatikan oleh anak-anaknya, sampai-sampai dia meminta untuk kematiannya.
    Yang ingin saya tanyakan adalah:
    1. Apakah saya telah berbuat durhaka kepada ibu mertua saya?
    2. Apakah suami saya telah durhaka pada ibunya?
    3. Bagaimana caranya kami untuk memperoleh maaf dari ibunya, sementara ibunya telah wafat? Sebab terus terang, saya sangat merasa bersalah dan berdosa… saya juga merasa kasihan melihat suami saya ustaz…
    Terimakasih sebelumnya,

    • Jawab:
      Kita sebagai manusia memang banyak salah dan dosa, oleh karena itu, harus banyak bertaubat dan istighfar kepada Allah Ta’ala.
      Demikian pula saudari dan suami punya kesalahan-kesalahan terhadap ibu. Demikian pula suami punya kesalahan terhadap istri, yang kurang memenuhi haknya.
      Untuk minta maaf kepada sang ibu dan mencari ridhoNya tentu sudah tidak bisa. Tetapi saudari dan suami bisa banyak bertaubat & istighfar kepada Allah, banyak beramal sholih dan banyak memohonkan ampun dan rohmat Allah untuk ibu — jika ibu orang islam –. Demikian juga suami bisa bersedekah dengan niat untuk ibu.
      Sesungguhnya kebaikan-kebaikan ibu akan menghapus kesalahan-kesalahan.
      Maka dengan memperbanyak amal kebaikan, semoga dosa-dosa menjadi gugur karenanya.
      Semoga Allah selalu memberikan petunjukNya kepada kita semua.
      Alhamdulillahi Robbil ‘alamin
      dijawab oleh: Ustadz Muslim Atsary

  • assalamu’alaikum

    Mau tanya, ana mau cari kitab الإصباح في بيان منهج السلف في التربية, ana liat di perpus ibnu abbas ada, itu beli di mana ya?

    jazaakumullahu khoiroo

  • Assalamu’alaikum Ustadz,kalo mau daftarin anak di MA skrg apa msh bisa Ustadz,apa msh ada kuota.
    mohon balasannya Ustadz,syukron jazakallahu khoir.

    • Bismillah. Wa’alaikumussalam warahmatulahi wabarokatuh. Penerimaan Santri Baru Ponpes Ibnu Abbas As-Salafy Sragen baru dibuka mulai bulan Januari 2014. Kuota terbatas, ketika kuota terpenuhi pendaftaran ditutup.

  • afwan ustadz ana mau tanya
    ustadz pesantren ibnuabbas apa masih bisa menerima santri baru buat bulan januari besok?
    daftar uang gedungnya jga berapa?

    mohon balasanya

    • Bismillah. Penerimaan Santri Baru Ponpes Ibnu Abbas As-Salafy Sragen baru dibuka mulai bulan Januari 2014.
      Biaya total untuk regristasi Rp.3.970.000,-

  • asalamualaikum, ana ingin bertanya sistem pendafataran onlinenya gmana? yang onlinenya itu apa cuma formulirnya saja untuk di print?

    syukron

  • Assalamu’alaikkum,saya sudah sekolah SMA.apa ma’had ini menerima pindahan.. saya sangat berminat tahdiz dan untuk melancarkan bahasa arab..

  • Assalamu’alaikkum,saya sudah sekolah SMA.apa ma’had ini menerima pindahan.. saya sangat berminat tahdiz dan untuk melancarkan bahasa arab

  • Bismillah,

    Mau Tanya,Apakah Bin Baz bias menerima siswa pindahan untuk kelas 2 Aliyah, sekarang dia kelas 1 Aliyah di Ihbs Ibnu hajar, Jakarta. Kira kira berapa total biaya yg diperlukan. Syukron.

    M Noor P Akbar

  • Assalamualaikum ..penyerahan wali santri 2015 kapan harinya ya..ustad.
    Syukron jazakallohu khoir atas informasinya

  • Assalamu’alaikum ustad…penyerahan wali santri tahun 2015 .kapan ya akan dilaksanakan?? syukron Jazakallohu khoir atas informasinya

    • Wa’alaikumsalam..untuk sementara informasi yang kami dapat tanggal 2 agustus 2015.selebihnya menunggu keputusan dari Kepala Madrasah.untuk santri baru akan kami informasikan lewat sms. Untuk santri lama silahkan lihat di web..

  • Assalamu ‘alaykum

    Afwan, apakah ada lowongan pekerjaan di pesantren (untuk lulusan sma/smk)? Saya baru mengenal manhaj salaf, untuk itu saya ingin bekerja di lingkungan yg mendukung, biar saya juga bisa belajar sedikit2 (soalnya saya tak punya uang untuk melanjutkan sekolah).

  • Assalamualaikum. Afwan mohon bantuannya kami mau masuk kan anak kami untuk pindahan bisa kah setingkat smp. Anak kami Dari ponpes hidayatullah jogja Sekarang kelas 8 karena suatu Hal mintaindah, Mhon bantuannya
    Jazakallah
    Wassalamualaikum

  • Afwan Tad..kok formulir pendaftarannya gak bisa didownload…apa bisa nanti ngisinya sekalian pas datang daftar di pondok ya…syukron

  • assalamuallakum ustas saya mau tanya saya lulusan smk , mau daftar santri program tahfidzul qur’an bisa kah ? syukron

Tinggalkan Balasan