PERINTAH BERINFAQ DENGAN BARANG YANG BAIK, LARANGAN BERINFAQ DENGAN BARANG YANG BURUK

Ustadz Muslim Atsari

PANGGILAN AR-ROHMAN KEPADA ORANG-ORANG YANG BERIMAN

QS. Al-Baqoroh/2: 267-268

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ اَخْرَجْنَا لَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ ۗ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِاٰخِذِيْهِ اِلَّآ اَنْ تُغْمِضُوْا فِيْهِ ۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ – ٢٦٧

اَلشَّيْطٰنُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاۤءِ ۚ وَاللّٰهُ يَعِدُكُمْ مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ۖ – ٢٦٨

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.” (QS. Al-Baqoroh/2: 267-268)

📌 PETUNJUK-PETUNJUK AYAT:

[1️⃣] Perintah Alloh kepada orang-orang yang beriman untuk berinfaq dengan sebagian dari hasil usaha perdagangan atau hasil bumi. Sebagaimana Alloh telah memudahkan kamu mendapatkan hasil usaha, maka berinfaqlah dengan sebagian darinya, sebagai bentuk syukur kepada Alloh, menunaikan hak saudaramu, dan untuk menyucikan hartamu. (Lihat Tafsir As-Sa’diy)

[2️⃣] Larangan memilih barang yang buruk-buruk untuk disedekahkan, tetapi hendaklah memilih barang yang baik-baik. Ayat ini turun mengenai sebagian orang Anshor yang ketika panen korma bersedekah dengan korma yang jelek-jelek ke masjid untuk orang-orang miskin Muhajirin. Kemudian Alloh menurunkan ayat ini. Setelah itu mereka memilih korma yang baik-baik untuk disedekahkan. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir)

[3️⃣] Beriman kepada nama Alloh Al-Ghoniy, Yang Allah Maha Kaya, dan sifat Alloh al-ghina’ (Maha Kaya), dan bahwa Alloh memerintahkan berinfaq bukan karena Alloh membutuhkannya, tetapi kebaikkannya akan kembali kepada pelakunya.

[4️⃣] Beriman kepada nama Alloh Al-Hamid, Yang Allah Maha Terpuji, dan sifat Alloh Al-Mahmud (Maha Terpuji), dan bahwa Alloh memerintahkan perbuatan-perbuatan kebaikan yang karenanya Dia pantas dipuji.

[5️⃣] Syaitan dengan bisikannya menakut-nakuti manusia dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan, yaitu kikir. Hal itu untuk menghalangi perintah Alloh untuk berinfaq.

[6️⃣] Dengan perintah berinfaq, Allah menjanjikan ampunan-Nya, kebalikan dari kemiskinan yang dibisikkan oleh syaitan, dan menjanjikan karunia-Nya yang berupa pahala berlipat ganda, kebalikan dari kejahatan/kikir yang dibisikkan oleh syaitan.

[7️⃣] Beriman kepada nama Alloh Al-Waasi’, Yang Maha Luas, dan sifat Alloh As-Sa’ah (Maha Luas), dan bahwa Alloh Maha Luas karunia-Nya, melipat gandakan balasan kebaikan bagi orang-orang yang beriman. Satu kebaikan dibalas dengan 10 sampai 700 kalinya.

[8️⃣] Beriman kepada nama Alloh Al-‘Aliim, Yang Maha Mengetahui, dan sifat Alloh Al-‘Ilmu (Maha Mengetahui), dan bahwa Alloh mengetahui infaq hambaNya, sedikit atau banyak, baik atau buruk, lahir atau batin. Maka seharusnya orang-orang yang beriman berinfaq dengan barang yang baik dengan ikhlas.

💎Inilah sedikit penjelasan dua ayat yang agung ini. Semoga Alloh selalu membimbing kita di atas jalan yang lurus.💎

Ditulis oleh Muslim Atsari,
Sragen, Dhuha Jum’at, 13-Syawal-1441 H / 5-Juni-2020

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.