AMALAN YANG PERTAMA DIAJARKAN KEPADA ORANG YANG BARU MASUK ISLAM

Ustadz Muslim Atsari

HADITS HADITS TENTANG SHOLAT LIMA WAKTU

HADITS AYAH ABU MALIK:

عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْجَعِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: ” كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا أَسْلَمَ الرَّجُلُ كَانَ أَوَّلُ مَا يُعَلِّمُنَا الصَّلَاةَ أَوْ قَالَ: عَلَّمَهُ الصَّلَاةَ “

Dari Abu Malik (Sa’ad bin Thoriq bin Asy-yam) Al-Asy’ja’iy, dari ayahnya, ia berkata; “Kebiasaan Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam, jika ada orang masuk agama Islam, pertama kali yang beliau ajarkan kepada kami adalah sholat”. Perowi berkata, atau dia berkata, “beliau mengajarinya sholat”. (HR. Al-Bazzar di dalam Al-Musnad, no. 2765. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Silsilah Ash-Shohihah, no. 3030)

HADITS FADHOLAH AL-LAITSIY:

عَنْ فَضَالَةَ اللَّيْثِيِّ قَالَ: أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْلَمْتُ، وَعَلَّمَنِي حَتَّى عَلَّمَنِي الصَّلَوَاتِ الْخَمْسَ لِمَوَاقِيتِهِنَّ قَالَ: فَقُلْتُ لَهُ: إِنَّ هَذِهِ لَسَاعَاتٌ أُشْغَلُ فِيهَا، فَمُرْنِي بِجَوَامِعَ، فَقَالَ لِي: «إِنْ شُغِلْتَ فَلَا تُشْغَلْ عَنِ الْعَصْرَيْنِ» قُلْتُ: وَمَا الْعَصْرَانِ؟ قَالَ: «صَلَاةُ الْغَدَاةِ، وَصَلَاةُ الْعَصْرِ»

Dari Fadholah Al-Laitsiy, ia berkata; Saya mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu saya masuk agama Islam. Kemudian beliau mengajariku, sehingga beliau mengajariku shalat lima waktu beserta waktu-waktunya. Maka saya pun berkata kepada beliau, “Sesungguhnya waktu-waktu ini merupakan saat-saat sibuk. Karena itu, perintahkanlah kepadaku dengan amalan-amalan yang (pahalanya; nilainya) menyeluruh.” Maka beliau pun bersabda kepadaku: “Jika kamu benar-benar sibuk, maka jangan sampai kamu tersibukkan dari dua waktu.” Saya bertanya, “Apakah kedua waktu itu?” beliau menjawab: “Yaitu, shalat subuh dan shalat Ashar.” (HR. Ahmad, no. 19024, dan ini lafazhnya; Abu Dawud, no. 1813. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Silsilah Ash-Shohihah, no. 3030)

FAWAID HADITS:
Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil dari hadits-hadits ini, antara lain:

  1. Kedudukan sholat di dalam agama Islam, karena sholat adalah amalan yang pertama kali diajarkan kepada orang yang baru masuk Islam.
  2. Pentingnya belajar tata cara sholat dan syarat-syarat sahnya, termasuk waktu-waktu sholat.
  3. Sebaiknya melakukan sholat lima waktu di awal waktu dan berjamaah di masjid. Jika benar-benar sibuk, maka sholat subuh dan ashar hendaklah dikerjakan di awal waktu dan berjamaah. (Lihat Silsilah Ash-Shohihah, no. 3030)
  4. Kedudukan sholat Subuh dan shalat Ashar dibandingkan dengan yang lain, sehingga Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan perhatian yang lebih.
  5. Allah tidak membebani hamba-Nya dengan ibadah kecuali sesuai dengan kemampuannya.
  6. Hikmah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam memberikan pengajaran kepada umatnya.
  7. Kemudahan ajaran agama Islam, namun orang tidak boleh menyepelekannya.

Ditulis oleh Muslim Atsari,
Sragen, Dhuha Jum’at, 23-Muharrom-1442 H / 11-September-2020 M

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.