Kajian Harian 3 : WAJIB MENGIKUTI NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Artikel, Manhaj, Tak Berkategori

AYAT AL-QUR’AN Allah Ta’ala berfirman:

(31) قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

(32) قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: “Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”. (QS. Ali Imran/3: 31-32)

Imam Ibnu Katsir rohimahulloh berkata di dalam tafsir ayat ini, “Ayat yang mulia ini sebagai hakim terhadap semua orang yang mengaku mencintai Allah, tetapi dia tidak di atas jalan Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi was sallam, maka sesungguhnya dia itu pendusta di dalam pengakuannya itu. Sampai dia mengikuti syari’at dan agama Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi was sallam di dalam seluruh perkataannya dan keadaannya”. (Tafsir Ibnu Katsir, surat Ali-‘Imran, ayat 31)

Allah Ta’ala juga berfirman:

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-nya (Rasul) takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (QS. An-Nuur/24: 63)

Imam Ibnu Katsir rohimahulloh berkata: “Seluruh perkataan dan perbuatan (manusia) ditimbang dengan perkataan dan perbuatan Rasul sholallohu ‘alaihi was sallam. Apa yang sesuai dengannya diterima, dan apa yang menyelisihinya dikembalikan kepada orang yang mengatakannya atau orang yang melakukannya, siapa saja dia itu”. (Tafsir Ibnu Katsir, surat An-Nuur: 63)

HADITS NABI

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

«مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ، فَهُوَ رَدٌّ»

Dari ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha, dia berkata: Rasulullah sholallohu ‘alaihi was sallam bersabda: “Barangsiapa membuat sesuatu yang baru di dalam urusan (agama) kami ini, yang bukan darinya, maka sesuatu yang baru itu tertolak”. (HR. Bukhori, no. 2697; Muslim no: 1718/17)

Di dalam riwayat lain disebutkan dengan lafahz:

«مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ»

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada tuntunan kami padanya, maka amalan itu tertolak”. (HR. Muslim no: 1718/18)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى

Dari Abu Huroiroh, bahwa Rosululloh sholallohu ‘alaihi was sallam bersabda: “Seluruh umatku akan masuk sorga, kecuali yang enggan! Para sahabat bertanya: “Wahai Rasululloh, siapa yang enggan?” Beliau menjawab: “Siapa saja mentaatiku dia masuk sorga, dan siapa saja bermaksiat kepadaku, maka dia benar-benar enggan (masuk sorga)”. (HR. Bukhori, no: 7280)

KETERANGAN Sesungguhnya nikmat Allah Ta’ala kepada manusia sangat banyak. Di antara nikmat besar yang Allah anugerahkan kepada para hambaNya adalah diutusnya Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi was sallam kepada seluruh manusia. Alloh Ta’ala telah mengutus beliau sholallohu ‘alaihi was sallam untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan-kegelapan menuju cahaya. Beliau sholallohu ‘alaihi was sallam telah melaksanakan kewajiban dengan sebaik-baiknya, menasehati ummat, menunaikan amanah, dan menyampaikan risalah. Sehingga tidaklah beliau wafat, kecuali agama Islam telah sempurna, nyata, dan terang-benderang. Tidak ada yang menyimpang darinya kecuali pasti binasa. Oleh karena itu kita wajib mensyukuri nikmat Allah tersebut dengan cara mengikuti sunnah Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi was sallam dan sunnah para sahabatnya yang mulia.

FAWAID KAJIAN

  1. Mengikuti Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi was sallam adalah bukti mencintai Allah.
  2. Menyelisihi Nabi Muhammad merupakan sebab musibah dan siksaan.
  3. Perkataan dan perbuatan Rasululloh adalah ukuran kebenaran.
  4. Agama Islam sudah sempurna, semua perkara dan amalan baru dalam agama tertolak.
  5. Amalan diterima oleh Allah tidak cukup dengan niat yang baik dan ikhlas, tetapi juga harus mengikuti tuntunan Nabi sholallohu ‘alaihi was sallam.
  6. Mentaati Nabi Muhammad adalah sebab masuk sorga, menyelisihi beliau adalah sebab masuk neraka.

Ditulis oleh Ustadz Muslim Atsari di Sragen, Kamis bakda isya’, 10-Syawal-1440 H / 13-Juni-2019 M

Tinggalkan Balasan