Kajian Harian 2 : IMAN SYARAT DITERIMA AMALAN

Artikel

๐Ÿ‘‰AYAT AL-QURโ€™AN
Allah Taโ€™ala berfirman:

ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุตูŽุงู„ูุญู‹ุง ู…ู‘ูู† ุฐูŽูƒูŽุฑู ุฃูŽูˆู’ ุฃูู†ุซูŽู‰ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูุคู’ู…ูู†ูŒ ููŽู„ูŽู†ูุญู’ูŠููŠูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุญูŽูŠูŽุงุฉู‹ ุทูŽูŠู‘ูุจูŽุฉู‹ ูˆูŽู„ูŽู†ูŽุฌู’ุฒููŠูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽุฌู’ุฑูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฃูŽุญู’ุณูŽู†ู ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl/16: 97)

๐Ÿ‘‰Allah Taโ€™ala juga berfirman:

ู…ู‘ูŽุซูŽู„ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูƒูŽููŽุฑููˆุง ุจูุฑูŽุจู‘ูู‡ูู…ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูู‡ูู…ู’ ูƒูŽุฑูŽู…ูŽุงุฏู ุงุดู’ุชูŽุฏู‘ูŽุชู’ ุจูู‡ู ุงู„ุฑู‘ููŠุญู ูููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุงุตููู ู„ุงู‘ูŽ ูŠูŽู‚ู’ุฏูุฑููˆู†ูŽ ู…ูู…ู‘ูŽุง ูƒูŽุณูŽุจููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุดูŽูŠู’ุกู ุฐูŽู„ููƒูŽ ู‡ููˆูŽ ุงู„ุถู‘ูŽู„ุงูŽู„ู ุงู„ู’ุจูŽุนููŠุฏู

Orang-orang yang kafir kepada Rabbnya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia).Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh. (QS. Ibrahim/14: 18)

๐Ÿ‘‰Allah Taโ€™ala juga berfirman:

ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูƒูŽููŽุฑููˆุง ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูู‡ูู…ู’ ูƒูŽุณูŽุฑูŽุงุจู ุจูู‚ููŠุนูŽุฉู ูŠูŽุญู’ุณูŽุจูู‡ู ุงู„ุธู‘ูŽู…ู’ุฆูŽุงู†ู ู…ูŽุขุกู‹ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฅูุฐูŽุง ุฌูŽุขุกูŽู‡ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฌูุฏู’ู‡ู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง

Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. (QS. An-Nuur/24: 39)

๐Ÿ‘Œ๐Ÿ’–HADITS NABI

ย  ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ู‚ูู„ู’ุชู ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงุจู’ู†ู ุฌูุฏู’ุนูŽุงู†ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ููู‰ ุงู„ู’ุฌูŽุงู‡ูู„ููŠู‘ูŽุฉู ูŠูŽุตูู„ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญูู…ูŽ ูˆูŽูŠูุทู’ุนูู…ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒููŠู†ูŽ ููŽู‡ูŽู„ู’ ุฐูŽุงูƒูŽ ู†ูŽุงููุนูู‡ู

ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ู„ุงูŽ ูŠูŽู†ู’ููŽุนูู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู‚ูู„ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุฑูŽุจู‘ู ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู‰ ุฎูŽุทููŠุฆูŽุชูู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู ยป.

Dari โ€˜Aisyah, dia berkata, โ€œAku berkata, wahai Rosulullah, dahulu di zaman jahiliyah Ibnu Judโ€™an biasa melakukan shilatur rahmi dan memberi makan orang miskin, maka apakah itu akan memberi manfaat kepadanya?โ€ Beliau menjawab, โ€œItu tidak akan memberi manfaat kepadanya, karena sesungguhnya dia tidak pernah mengatakan satu haripun, โ€˜Wahai Robbku (Tuhanku) ampunilah dosa-dosaku pada hari pembalasanโ€. (HR. Muslim, no. 214)

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: ยซุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุธู’ู„ูู…ู ู…ูุคู’ู…ูู†ู‹ุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ุŒ ูŠูุนู’ุทูŽู‰ ุจูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽูŠูุฌู’ุฒูŽู‰ ุจูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉูุŒ ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑู ููŽูŠูุทู’ุนูŽู…ู ุจูุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชู ู…ูŽุง ุนูŽู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุงุŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽูู’ุถูŽู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉูุŒ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽูƒูู†ู’ ู„ูŽู‡ู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉูŒ ูŠูุฌู’ุฒูŽู‰ ุจูู‡ูŽุงยป

Dari Anas bin Malik, dia berkata, Rasulullah sholallohu โ€˜alaihi was sallam bersabda: โ€œSesungguhnya Allah tidak akan menzhalimi kepada orang mukmin satu kebaikanpun, dia akan diberi (rizqi di dunia) dengan sebab kebaikannya itu, dan akan di balas di akhirat. Adapaun orang kafir, maka dia diberi makan dengan kebaikan-kebaikannya yang telah dia lakukan karena Allah di dunia, sehingga jika dia telah sampai ke akhirat, tidak ada baginya satu kebaikanpun yang akan dibalasโ€. (HR. Muslim, no: 2808, dari Abu Hurairah. Lihat As-Shahihah, no: 53)

โžกKETERANGAN
Allah Taโ€™ala mewajibkan seluruh hamba untuk beribadah kepadaNya. Kemudian Dia akan memberikan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka amalkan. Namun ibadah akan diterima oleh Allah, jika memenuhi syarat-syarat diterimanya amal sebagaimana telah dijelaskan oleh Allah dan RasulNya. Yaitu: iman, ikhlas, dan mutabaโ€™ah (mengikuti tuntunan Nabi sholallahu โ€˜alaihi was sallam).
๐Ÿ“ŒIman secara bahasa berarti membenarkan atau mengakui. Yaitu: keyakinan yang disertai dengan kecintaan dan ketundukan terhadap segala yang dibawa oleh Nabi Muhammad sholallahu โ€˜alaihi wassalam dari Allah Taโ€™ala, mengikrarkan syahadatain dengan lesan, dan melaksanakan kandungan syahadatain dengan anggota badan.
๐Ÿ“ŒIman meliputi 6 rukun iman: iman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, hari akhir, dan iman kepada qadar, serta seluruh apa yang diberitakan oleh Allah dan RasulNya. Inilah pokok iman.
๐Ÿ“ŒAdapun secara sempurna, maka iman mencakup qaul (perkataan) dan amal (perbuatan), perkataan hati dan lesan, perbuatan hati dan anggota badan.
Iman memiliki 73 lebih bagian.
๐Ÿ“ŒBagian-bagian iman ini ada yang merupakan rukun atau pokok yang harus ada, jika tidak ada maka iman juga tidak ada. Ada bagian iman yang merupakan kewajiban yang harus ada, jika tidak ada maka iman tetap ada, tetapi tidak sempurna. Dan ada bagian iman yang mustahab (dianjurkan ada), jika tidak ada maka iman kurang sempurna.

๐Ÿ’œFAWAID KAJIAN
1- Di antara syarat diterima amal di sisi Allah adalah iman.
2- Urgensi memperhatikan dan menjaga iman.
3- Amal kebaikan orang kafir akan sia-sia di akhirat.
4- Keadilan Allah dengan membalas amal kebaikan orang kafir di dunia.
5- Tidak boleh terpedaya dengan kemewahan atau kesenangan orang kafir di dunia, karena itu adalah kebaikan mereka yang disegerakan di dunia.

โœ’Ditulis oleh: Ustadz Muslim Atsari Hafidzahullah di Sragen, Kamis bakda ashar, 9-Syawal-1440 H / 13-Juni-2019 M

Tinggalkan Balasan