Berdaya Saing, Santri Ibnu Abbas raih IPK tertinggi di Universitas Islam Madinah

Alumni, Artikel, Bahasa Arab, INFO SANTRI, Kepesantrenan, new, Top News

PPIA Sragen, Alhamdulillaahil-ladzii bini’matihi tatimmush-saalihaat Ananda Aris Syaifuddin
kembali meraih prestasi. Santri alumni pertama dari Pondok Pesantren Ibnu Abbas As Salafy (PPIA) Sragen ini memiliki track record yang membanggakan bagi orang tua dan para asatidzah yang mengajar. Selama 7 tujuh tahun menuntut ilmu di PPIA,  deretan prestasi selalu diraihnya mulai tingkat lokal sampai tingkat nasional.

Saat ini Aris berstatus sebagai calon mahasiswa S2 Fakultas Syariah di Universitas Islam Madinah (UIM) Kerajaan Saudi Arabia. Salah satu prestasi yang pernah di raihnya adalah  Peringkat I di acara perlombaan hafalan Mutun tingkat Kampus UIM yang diadakan pada tahun 2016.
lomba mutun
Alhamdulillah kami kembali mendapatkan kabar yang mengembirakan. Aris meraih Indek Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi  di Fakultas Syariah UIM. Putra ke 4 dari Bapak Marjo dan Ibu Payem ini menjadi satu-satunya mahasiswa dari Indonesia yang mampu mendapatkan IPK tertinggi, mampu saing dengan mahasiswa berprestasi dari berbagai negara. Ananda mendapatkan IPK 4,99 dari IPK maksimal 5,00 yang mengantarkan Aris menyelesaikan S1. Masyaa Alloh nyaris sempurna.

Selamat kami ucapkan untuk Aris, Semoga Allah Subhanahu Wa ta’alla senantiasa menjagamu, memberikan ilmu yang bermanfaat, keberkahan ilmu dan bermanfaat untuk umat. Prestasi yang diraih saat ini hanyalah awal dari pijakan untuk meraih prestasi sesungguhnya di akhirat kelak, surga tertinggi Jannah Firdaus sebagai sebaik-baik prestasi. Terus semangat belajar dan berjuang untuk islam, semoga Alloh memudahkan langkahmu.

Untuk Para Asatidzah Pondok Pesantren Ibnu Abbas As Salafy semoga Allah Subhanahu Wa ta’alla selalu menguatkan semangat dan niat tulus kita dalam membimbing para santri. Bertekad mendidik santri menjadi generasi Qurani yang berpestasi,sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah yang shohihah yang berdasarkan pemahaman Salafus Sholih serta berdaya saing tingkat nasional dan internasional.

Tinggalkan Balasan