REFLEKSI GEMPA DAN SIKAP ORANG BERIMAN

Adab Siroh, Akhlaq, Aqidah, Artikel, Fiqih, Hadits, Manhaj, Mua'malah, Tafsir, Tak Berkategori, Taskiyatun Nafs

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن واله

أما بعد

Pembaca yang semoga selalu di rahmati oleh Allah, Gempa merupakan ketentuan Allah yang telah ditetapkan bagi hambanya di Bumi. Allah Maha bijaksana dan Maha Mengetahui apa yang ada dibalik gempa, Allah menciptakan gempa sebagai sarana untuk menakut – nakuti hamba agar hambanya segera mengingat kekuasaan dan kebesaran Allah, sehingga bertambahlah iman dan ketakwaan mereka. Sebagaimana firman Allah.

وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلا تَخْوِيفًا

Dan kami tidak mengirim tanda – tanda itu kecuali untuk menakut – nakuti.[1]

Gempa juga merupakat salah satu dari bala tentara Allah yang diutus kepada hamba – hambanya yang bermaksiat dengan dosa – dosa  dan kesyrikanya, sehingga mereka kembali kepada jalan yang diridlai oleh Allah ﷻ. Allah berfirman.

 وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ

Dan milik Allah lah tentara langit dan bumi.[2]

وقوله تعالى:  وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُو

Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri.[3]
Maka dari itu sebagai seorang muslim, sebaiknya kita bertafakkur atau merenungi fenomena alam dan menggali hikmah dibaliknya. kita akan mendapati kebesaran dan kekuasaan Allah ﷻ atas dunia ini. maka sebagai seorang hamba yang mengimani takdir Allah, ada baiknya kita segera melakukan amalan – amalan berikut.

1. Bertaubat Kepada Allah
Sangat dianjurkan tatakala terjadi gempa untuk segera bertaubat kepada Allah,
Allah berfirman.

قال تعالى: ﴿ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴾[4]

2. Berdzikir, berdoa, dan memohon ampunan All
Sangat dianjurkan bagi orang beriman saat terjadi bencana baik berupa gempa, angin topan, tsunami agar merendahkan dirinya dan berserah diri kepada Allah dengan dzikir, berdoa, dan istighfar. Dari Abu Musa dari Nabi Muhammad ﷺ bersabda ketika gerhana matahari.

“هذه الآيات التي يرسل الله لا تكون لموت أحد ولا لحياته ولكن يخوف الله بها عباده فإذا رأيتم شيئًا من ذلك فافزعوا إلى ذكره ودعائه واستغفاره

Ayat (tanda kekuasaan) yang Allah datangkan ini tidak berkaitan dengan kematian dan kelahiran sesorang akan tetapi untuk menakuti hamba – hamba-Nya dengan ayat ini. Apabila kalian melihat hal tersebut maka bersegeralah untuk mengingat-Nya, berdoa, dan meminta ampun kepada-Nya.[5]
Al-Hafidz Ibnu Hajar menjelaskan bahwa “ Berdasarkan hadits tersebut kita diperintahkan untuk segera berdzikir, berdoa dan memohon ampunan kepada Allah, tidak mengkhususkan pada gerhana saja karena lafadz “al-aayaatu” (tanda – tanda kekuasaan Allah) bersifat umum. Beliau menambahkan “ini adalah amalan yang terpuji saat terjadi gerhana, maupun fenomena menakutkan lainya karena bisa menjauhkan kita dari musibah”[6]
[1] Q.S. Al-Isra: 59.

[2] Q.S. Al-Fath: 7.

[3] Q.S. Al-Mudatsir: 31.

[4] Q.S. An-Nur: 31

[5] H.R. Al-Bukhari, No. 1059 & Muslim, No. 912.

[6] Ibnu Hajar Al-Atsqalani, Fathul Bari Syarah Shahih Al-Bukhari,(Al-Jizah: Maktabah As-Salafiyah,) jlid. 2hlm. 521

 

Tinggalkan Balasan